RSS
Container Icon

Susunan Bacaan Tahlil Tahlil

 Susunan Bacaan Tahlil Tahlil atau tahlilan sudah menjadi tradisi kaum muslimin di Indonesia, utamanya warga Nahdlatul Ulama (NU) sebagai penganut paham Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) sebagai upaya bertawashul kepada Allah SWT untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal dunia atau ahli kubur pada umumnya,

Tahlil secara lughat berarti bacaan لاإله إلاالله (Lailaha illallah) seperti halnya Tasbih berarti bacaan سبحان الله (Subhanallah), Tahmid bacaan الحمد لله (Alhamdulillah) dan lain sebagainya.

Bahasa Arab kebanyakan selain mempunyai arti secara lughowi (bahasa) juga mempunyai arti secara istilahi atau urfi. Tasbih misalnya pengertian secara urfi ialah mengagumi dan mensucikan Allah sang Maha pencipta dari segala kekurangan dan kelemahan, yang direfleksikan dengan bersyukur, rasa takjub dan lain sebagainya yang diiringi dengan mengucapkan Subhanallah.

Demikian pula Tahlil dalam pengertiannya secara urfi atau islitahi ialah mengesakan Allah dan tidak ada pengabdian yang tulus kecuali hanya kepada Allah, tidak hanya mengkui Allah sebagai Tuhan tetapi juga untuk mengabdi, sebagimana dalam pentafsiran kalimah thayyibah


لاإله إلاالله أي لامعبود بحق إلاالله

Artinya: Tiada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah, atau tidak ada pengabdian yang tulus kecuali kepada Allah

Kemudian di dalam melaksanakan bentuk pengabdian manusia sebagai hamba kepada  Allah SWT, sudah barang tentu tidak cukup hanya dengan menyebut-nyebut asma Allah akan tetapi harus disertai prilaku-prilaku seorang hamba yang mentaati perintah perintah Allah serta menjauhi larangan larangan-Nya, dan perilaku tersebut digambarkan dalam rangkaian bacaan-bacaan pada tahlilan.

Jadi Tahlil dengan serangkaian bacaannya yang lebih akrab disebut dengan tahlilan tidak hanya berfungsi hanya untuk mendoakan sanak kerabat yang telah meninggal, akan tetapi lebih dari pada itu Tahlil dengan serentetan bacaannya mulai dari surat Al-ikhlas, Shalawat, Istighfar, kalimat thayyibah dan seterusnya memiliki makna dan filosofi kehidupan manusia baik yang bertalian dengan i’tiqad Ahlus Sunnah wal jamaah, maupun gambaran prilaku manusia jika ingin memperoleh keselamatan dan kebahagiaan di Dunia dan di akhirat kelak.

Tahlilan dari susunan bacaannya terdiri dari dua unsur yang disebut dengan syarat dan rukun, yang dimaksud dengan syarat ialah bacaan :
1. Surat al-Ikhlas
2. Surat al-Falaq
3. Surat an-Nas
4. Surat al-Baqarah ayat 1 sampai ayat 5 الم ذلك الكتاب .......
5. Surat al-Baqarah ayat 163 والهكم إله واحد ........
6. Surat al-Baqarah ayat 255 الله لاإله إلا هو الحي القيوم ........
7. Surat al-Baqarah ayat dari ayat 284 samai ayat 286 لله مافي السموات ......
8. Surat al-Ahzab ayat 33 إنما يريد الله ........
9. Surat al-Ahzab ayat 56إن الله وملائكته يصلون على النبي ........
10. Dan sela-sela bacaan antara Shalawat, Istighfar, Tahlil da Tasbih

Adapun bacaan yang dimaksud dengan rukun tahlil ialah bacaan :
1. Surat al-Baqarah ayat 286 pada bacaan :واعف عنا واغفر لنا وارحمنا
2. Surat al-Hud ayat 73: ارحمنا ياأرحم الراحمين
3. Shalawat Nabi
4. Istighfar
5. Kalimat Thayyibah لاإله إلاالله
6. Tasbih

Makna dari susunan bacaan tahlil di atas insyaallah akan dipaparkan dalam kesempatan berikutnya.


KH M. Irfan Ms
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Amin, Jampes, Kediri


sumber

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tawasul Al-Habib Abdurahman Asegaf

Tawasul Al-Habib Abdurahman Asegaf

Assalamualaikum
Berikut adalah TAwasul dari Al Habib Abdurahman Assegaf Bukit Duri Jakarta.
Tawasul ini sangat bagus dibaca oleh kita dalam meminta wasilah melalui para Wali, Anbia dan Malaikat...
Semoga Allah terus melimpahkan Keberkahan kepada Beliau dan kita yang mengamalkan tawasul ini.. Amien
توسل الحبيب عبد الرحمن بن أحمد السقاف
نفعنا الله به وبعلومه فى الدارين - آمين
Selengkapnya disini ..........



Untuk dalam bahasa Arab full dibawah ini.


Sumber:
basaudan.wordpress.com
arbabulhija.blogspot.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tawasul Syar’i vs Tawasul Syirik


Tawasul Syar’i vs Tawasul Syirik

Kategori: Aqidah
10 Komentar // 13 January 2011
Tawasul artinya mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya, beribadah kepada-Nya, mengikuti petunjuk rasul-Nya, dan mengamalkan seluruh amalan yang dicintai dan diridhoi-Nya. Atau dengan kata lain seseorang melakukan suatu ibadah dengan maksud mendapatkan keridhaan Allah dan surga-Nya. Namun, sebagian kaum muslimin salah dalam memahami tawasul. Mereka bertawasul dengan orang-orang shalih dan wali yang sudah mati. Inilah yang mereka anggap sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah. Padahal hal tersebut dapat menjerumuskan mereka ke lembah kesyirikan.
Tawasul yang Diperbolehkan
Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah. Perlu diketahui bahwa tawasul dibagi menjadi dua yaitu tawasul syar’i dan tawasul bid’i. Tawasul syar’i adalah tawasul yang ditetapkan oleh syariat, yakni yang memiliki dalil dari Al Qur’an dan Hadits Nabawi. Maksudnya mengambil wasilah (perantara) untuk terkabulnya doa, yakni seseorang yang berdoa  mengambil sebab-sebab yang dapat menjadikan terkabulnya doa. Sedangkan tawasul bid’i adalah tawasul yang tidak terdapat dalil yang membolehkannya, bahkan di antaranya merupakan perbuatan kesyirikan.  Jenis tawasul syar’i yaitu:
Pertama: Bertawasul dengan zat Allah yang Maha Suci, dengan nama-nama-Nya yang baik, dengan sifat-sifat-Nya, atau dengan perbuatan-Nya. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Hanya milik Allah asmaa-ul husna , maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu…” (QS. Al A’raf:180). Dalilnya juga adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam doa beliau, “… Aku memohon dengan setiap nama-Mu, yang Engkau memberi nama diri-Mu dengannya, atau yang Engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau sembunyikan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu…” (H.R Ahmad. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih, Silsilah Ash Shahihah no. 199).
Kedua: Bertawasul dengan amal shalih. Bertawasul dengan amal sholih juga diperbolehkan. Dalilnya adalah firman Allah (yang artinya), “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al Baqarah:127). Adapun dalil dari hadits yakni dalam kisah tiga orang yang terperangkap dalam gua. Mereka bertawasul dengan amal shalih yang mereka lakukan berupa berbuat baik kepada kedua orangtua, meninggalkan perbuatan zina, dan menunaikan hak orang lain, maka Allah mengabulkan doa mereka sehingga mereka dapat keluar dari goa karena sebab tawasul dalam doa yang mereka lakukan. Ini menunjukkan diperbolehkannya sesorang bertawasul dengan amal sholih.
Ketiga: Bertawasul dengan doa orang lain. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala ketika mengkisahkan anak-anak Nabi Ya’qub ‘alaihis salaam (yang artinya), “Mereka berkata: “Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)“.(QS. Yusuf:97). Sedangkan dalil dari hadits adalah doa Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk ‘Ukasyah bin Mihson radhiyallhu ‘anhu. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon kepada Allah agar menjadikan ‘Ukasyah termasuk  tujuh puluh ribu golongan yang masuk surga tanpa hisab.
Para Sahabat Bertawasul dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salaam
Semasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, di antara para sahabat ada yang bertawasul dengan beliau. Seorang arab badui pernah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat beliau sedang berkhotbah dan ia meminta didoakan oleh beliau. Demikian pula yang dilakukan sahabat ‘Ukasyah bin Mihson adalah contoh bertawasul lewat perantaraan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun yang perlu diingat, yang dilakukan oleh para sahabat tersebut adalah saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup. Adapun setelah wafatnya beliau, maka hal ini tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, ketika di masa khalifah ‘Umar radhiyallahu ‘anhu terjadi kekeringan, mereka tidak meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar berdoa kepada Allah untuk meminta hujan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah tiada. Namun ‘Umar meminta kepada ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhu, paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Umar berkata, “Ya Allah, sesungguhnya kami dulu bertawasul kepada-Mu dengan Nabi kami maka Engkau menurunkan hujan kepada kami. Sekarang kami bertawasul kepada-Mu dengan paman Nabi kami maka turunkanlah hujan kepada kami” (H.R Bukhori). Akhirnya, Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan hujan kepada mereka melalui perantaraan do’a Abbas.
Bertawasul dengan Doa, Bukan Dengan Zat
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Adapun yang dimaksud tawasul dengan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam perkataan para sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah bertawasul dengan doa dan syafaat Nabi”.  Beliau melanjutkan lagi, “ Adapun tawasul dengan doa dan syafaat sebagaimana yang dilakukan ‘Umar adalah bertawasul dengan doa, bukan bertawasul dengan zat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seandainya itu merupakan tawasul dengan zat beliau, maka tentu bertawasul kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih utama daripada dengan ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhu. Ketika mereka berpaling dari bertawasul dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun mereka bertawasul dengan ‘Abbas, maka dari sini kita ketahui bahwa bertawasul dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya berlaku ketika beliau masih hidup dan terlarang setelah wafatnya beliau.” Maka nyatalah kebatilan perbuatan sebagian kaum muslimin yang bertawasul dengan zat dan kedudukan orang-orang shalih yang telah meninggal.
Tawasul Terlarang
Tawasul yang terlarang adalah tawasul yang dilakukan oleh kaum musyrikin, sebagaimana Allah sebutkan dalam Al Quran (yang artinya), “Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”.” (QS. Az Zumar:3). Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman, “Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa’atan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah” (QS. Yunus:18). Kedua ayat di atas menggambarkan kondisi kaum musyrikin di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Mereka menyembah selain Allah sebagai perantara, mendekatkan mereka kepada Allah dan memberi syafaat bagi mereka. Mereka tidak semata-mata meminta kepada sesembahan mereka, namun sesembahan mereka hanyalah sebagai perantara dan pemberi syafaat. Kondisi ini sama persis dengan yang dilakukan kaum musyrikin zaman kita. Mereka menganggap wali yang sudah meninggal dapat menjadi perantara dan pemberi syafaat bagi mereka.
Bertawasul dengan Kedudukan Orang Shalih
Sebagian orang melakukan tawasul dengan jah (kedudukan) orang shalih yang sudah meninggal. Mereka mengatakan, “Demi kehormatan Nabi-Mu atau demi kehormatan wali fulan…”. Tawasul yang demikian ini terlarang, ditinjau dari dua sisi. Pertama, berarti dia telah bersumpah dengan selain Allah, sedangkan bersumpah dengan selain Allah adalah haram, bahkan termasuk syirik yaitu syirik asghar (syirik kecil). Kedua, orang itu berarti mempunyai keyakinan bahwa seseorang memiliki hak atas diri Allah. Padahal seseorang itu tidaklah memiliki hak selain yang telah Allah anugerahkan kepadanya.
Pembaca yang dirahmati Allah, inilah beberapa fenomena tawasul yang tersebar di masyarakat. Sebagiannya salah dalam memahami dan mengamalkan tawasul sehingga terjerumus dalam keharaman, bahkan kesyirikan. Wallahul musta’an.
[Diringkas dengan sedikit perubahan dan tambahan dari Kitab Al Mufiid fii Muhammaati at Tauhid hal 215-222 karya  Dr. ‘Abdul Qodir as Shufi, Penerbit Daar Adwaus Salaf, cetakan pertama 1428/2007]
Penulis: Adika Mianoki
Artikel www.muslim.or.id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bacaan Hadiah Tawasul-an

Bacaan Hadiah Tawasul-an

Friday, June 12, 2009
  1. Istighfar …… 3 x
  2. Sahadat …… 1 x
  3. Sholawat …… 1 x
Bismillahirrohmaanirrohiim
  • Ilaa hadlrotin nabiyyil mushthofaa saiyidinaa Muhammadin rosullillahi shollallohu ‘alaihi wa salama wa azwaajihii, wa auladihii, wa dzurriyyaatihii, wa ahli baitihii, wa ikhwanihii minal anbiyaai’, wal mursaliina ‘alaihimush sholaatu wa salaamu wa aali kulli minhum ajma’iina, wal malaaikatil muqorrobiina, Syaiulillahum ----- Al Fatihah
  • Wa ilaa hadloroti khulafaa ir-rosyidiinal arba’ati, Abi bakri wa ‘umar wa utsman wa ‘aliy wa jamii’ish shohaabati wal qoroobati wat taabi’iina wal aimmatil arba’atil mujtahidiina rodliyallohu ‘anhum, Syaiulillahum ----- Al Fatihah
  • Tsumma ilaa hadloroti mursaliina nabiyulloh Khidir alaihis salam, Syaiulillahu ----- Al Fatihah
  • Wa ilaa hadloroti jamii’i auliyaa illahi ta’ala mim masyaa riqil ardhi ilaa waghoribiha fii barriha wa bahrihaa khushuushon ilaa hadloroti quthbil ghoutsi wa muhyis sunnati wad diini imaaminaa wa qudwatina wa sayyidina sulthonil auliyaai’sy syech ‘Abdul Qodir Jailani wa syech Abi Hasan Syadzilii wa syech Abii Abdillah Muhammad ibni Muhammad ibni Yusuf Sanusi qodda sallohu sirrohum wa nafa’ana wa azwaajina wa aulaadana wa dzuriyatina wa jamii’i ahlil islam bihim wa bibarokatihim wa bikaromatihim amiin yaa robbal ‘alamiina, Syaiulillahum ----- Al Fatihah
  • Wa ilaa hadloroti jamii’I ‘ulamaai’ lillahi ta’ala fil masyariqi wal maghribi khushuson ilaa hadloroti :
  1. Sunan Maulana Malik Ibrahim
  2. Sunan Ampel (Raden Ahmad Rahmatulloh)
  3. Sunan Drajat (Raden Syarifuddin Hasyim)
  4. Sunan Bonang (Raden Machdum Ibrahim)
  5. Sunan Kalijogo (Raden Syahid)
  6. Sunan Gunung Jati (Raden Syarif Maulana Hidayatullah)
  7. Sunan Giri (Raden Paku Syarif Muhammad ‘Ainul Yaqin)
  8. Sunan Kudus (Syaid Ja’far Shodiq)
  9. Sunan Muria (Raden Umar Said)
  • Wa nafa’ana wa azwaajina wa aulaadana wa dzuriyatina wa jamii’i ahlil islam bihim wa bibarokatihim wa bikaromatihim amiin yaa robbal ‘alamiina, Syaiulillahum ----- Al Fatihah
  • Tsumma ilaa hadloroti :
  1. Syech Maulana Hasanudin (Sulton Banten)
  2. Syech Maulana Yusuf (Banten)
  3. Syech Muhammad Asnawi (Caringin Labuan)
  4. Kyai Haji Kholil (Bangkalan, Madura)
  5. ………
  • Wa nafa’ana wa azwaajina wa aulaadana wa dzuriyatina wa jamii’i ahlil islam bihim wa bibarokatihim wa bikaromatihim amiin yaa robbal ‘alamiina, Syaiulillahum ----- Al Fatihah 
  • Tsumma ilaa arwahi abaaina wa umahatina wa azwaajina wa aulaadina wa dzurriyyatina wa ajdaadina wa jaddatina wa ikhwanina wa akhowa-tina wa a’maamina wa ‘ammatina wa akhwalina wa kholatina wa jamii’i aqribaaina wa ahabbaaina wa jamii’i man lahum haqqu ‘alaina wa jamii’i man da’aalana bi khoirin khushuson ilaa ruhi:
  1. ……………… bin ……………
  2. ……………… bin ……………
  3. ……………… bin ……………
  4. (Nama orang tua, kakak adik, saudara, teman, dan lain-lain yang telah tiada)
  • ghofarollohu dzunubahum wa sataro ‘uyuubahum wa ja’alal jannata matswahum, Syaiulillahum ----- Al Fatihah
  • Tsumma ilaa arwahi jamii’i ahlil qubur khusuushon mu’minin wal mu’minat, muslimin wal muslismat al ahya-i minhum wal amwat, fil masyariqi wal maghribi ghofarollohu dzunubahum wa askanahum fi farodiisil jinani bi rohmatika yaa arhamar rohimiina, Syaiulillahum ----- Al Fatihah
Kemudian baca: Doa atau dzikir yang diinginkan...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tawasul Lengkap


Taudz...
Basmalah...
Istigfar 3x
Syahadat 3x
Sholawat 3x
Talbiyah 7x
Sholawat Nariyah 11x

Ila Hadroti :

   1. Nabi Muhammad SAW
   2. Nabi Adam wa Ummi Hawa As
   3. Nabi Syist As
   4. Nabi Ibrohim As
   5. Nabi Khidir As
   6. Nabi Daud As
   7. Nabi Yunus As
   8. Nabi Nuh Asa
   9. Nabi Idris As
  10. Nabi Luth As
  11. Nabi Musa As
  12. Nabi Ilyas wa Ilyasa As
  13. Nabi Sulaiman As
  14. NabiYusuf As
  15. Nabi Isa As

Kum Ambiya Adzmain As

Wa Ila Hadroti :

   1. Sayyidina Abu Bakar Sidiq RA
   2. Sayyidina Umar Bin Khottob RA
   3. Sayyidina Ustman Bin Affan RA
   4. Sayyidina Ali Bin Abi Thalib RA
   5. Sayyidatina Ummil Khoer Siti Fatimah RA

Kum Shohabati Rosulillah Adzmain RA

Wa Ila Hadroti :

   1. Malaikat Jibril Wa Mikail Wa Isrofil Wa Izroil Ajmain AS

Kum Ya Malaikatul muqorrobin Ajmain AS

Wa Ila Hadroti :

   1. Sayyidi Syeh Abdul Qodir Al Jaelani Min Baghdadi RA

Wa Ila Hadroti :

   1. Syeh Muhammad Muhyiddin
   2. Syeh Musa
   3. Syeh Isa
   4. Syeh Kutburrobbani
   5. Syeh Ali Abu Said
   6. Syeh Muqotil bin Sulaiman
   7. Syeh Luqmanul Hakim
   8. Syeh Hasan Asy`ari
   9. Syeh Abil Hasan Asy Syadzili
  10. Syeh Imam Sanusi
  11. Syeh Anaq Sabandi
  12. Syeh Ahmad bin Ali Al Bunny
  13. Syeh Ahmad Addrobi Asy Syafei
  14. Syeh Yazid Al Busthomi
  15. Syeh Abu Thohir
  16. Syeh Abdul Jabbar

Wa Ila Hadroti :

   1. Syeh Maulana Malik Ibrohim ( Sunan Gresik )
   2. Syeh Raden Rahmat (Sunan Ampel )
   3. Syeh Makdum Ibrohim ( Sunan Bonang )
   4. Syeh Raden Paku ( Sunan Giri )
   5. Syeh Syarifuddin ( Sunan Drajat )
   6. Syeh Ja`far Shodiq (Sunan Qudus )
   7. Syeh Raden Syahid (Sunan Kalijaga )
   8. Syeh Syarif Hidayatulloh ( Sunan Gunung Jati)
   9. Syeh Abdul Muhyi
  10. Syeh Raden Patah (Sunan Demak )
  11. Syeh Maulana Ishaq
  12. Sunan Tembayat
  13. Sunan Prawoto
  14. Sunan Ngudung
  15. Sunan Geseng
  16. Sunan Majagung
  17. Sunan Benang

Wa Ila Hadroti :

   1. Syeh Syubaqir
   2. Syeh Nurjati
   3. Syeh Maulana Magribi
   4. Syeh Nurulloh
   5. Syeh Muhammad Sholeh
   6. Raden Arya Wirata Nu Datar
   7. Sultan Maulana Hasanuddin
   8. Sultan Maulana Mansyur
   9. Syeh Nawawi
  10. Syeh Asnawi
  11. Mama Kadzim Asnawi
  12. Syeh Bentong
  13. Syeh Quro
  14. Syeh Kholil
  15. Syeh Bayanillah
  16. Syeh Rohmatul Qudus

Tsuma Ila Ruhi :

   1. Kyai Telengsing
   2. Kyai Ru`yat
   3. Pangeran Sake
   4. Raden Kan`an
   5. Mama Solihun
   6. Mama Rosadi
   7. Mama Abdullah
   8. Mama Maulana Husein
   9. Mama Abdullah Bin Nuh
  10. Mama Falaq
  11. Presiden RI ke I (Soekarno)
  12. Habib Ali Al Haddad
  13. Habib Husein Al Idris Luar batang
  14. Sanghyang Nurcahya
  15. Raden Magelung Sakti
  16. Aria Kemuning
  17. Sembah Dalem Wirasuta
  18. Eyang Prabu Papak
  19. Eyang Prabu Bajapati
  20. Eyang Haji Surya Kencana
  21. Raden Wali Abdul Jalil
  22. Embah Raden Omas
  23. Embah Rasa Jaya
  24. Embah Kucung
  25. Embah Juragan
  26. Eyang Prabu Siliwangi
  27. Eyang Prabu Ciung Wanara
  28. Kyai Guntur Langit
  29. Kyai Guntur Bumi
  30. Kyai Guntur Laut
  31. Eyang Prabu Guru Haji Putih
  32. Eyang Prabu Tadzi Malela
  33. Eyang Prabu Gesang Ulung
  34. Embah Jepra
  35. Embah Saridaja
  36. Embah Duhur
  37. Embah Bilang
  38. Eyang Prabu Bandung Bondowoso

Tsuma Ila Ruhi :

   1. Nyimas Dewi Sekarwangi
   2. Nyimas Dewi Ambet Kasih
   3. Nyimas Dewi Subang Larang
   4. Nyimas Dewi Kentring Manik MAYANG SUNDA
   5. Nyimas Dewi Gandasari
   6. Nyimas Dewi Arimbi
   7. Nyimas Dewi Damar Wulan
   8. Nyimas Dewi Ibu Ratu Kidul
   9. Nyimas Dewi Kalinyamat
  10. Nyimas Dewi Ageng Peniti
  11. Nyimas Dewi Bagelen
  12. Nyimas Dewi Panca Wati
  13. Nyimas Dewi Sartika
  14. Nyimas Dewi Mayang Sari
  15. Nyimas Dewi Ratna Inten
  16. Nyimas Dewi Nawang Wulan
  17. Nyimas Dewi Rara Santang

Tsuma Ila Ruhi :

   1. Kyai Haji Dalem Komaruddin
   2. Eyang Sukma Wijaya Keraton
   3. Eyang Jaga Raksa
   4. Eyang Khair
   5. Eyang Rangga Gading
   6. Eyang Santoan Qobal
   7. Eyang Abdul Manaf
   8. Eyang Abdullah Bedug
   9. Tubagus Anom Hasanuddin
  10. Embah Raja Peduni
  11. Embah Demang
  12. Eyang Mama Dira
  13. Mama Ace
  14. Prabu Bandung Bondowoso
  15. Pangeran Djayakarta
  16. Kyai Haji Naipin
  17. Sipitung
  18. Joko Tingkir
  19. Eyang Singa Perbangsa
  20. Eyang Dipati Siput
  21. Eyang Buyut Semar
  22. Eyang KiJuru Martani
  23. Eyang Ki Ageng Pamanahan
  24. Eyang Rembang
  25. Eyang Wali Sakti Qudrotulloh
  26. Eyang Jalak Mata Prakuta
  27. Eyang Warok Sur Nanggolo
  28. Empu Gandring
  29. Pangeran Diponegoro
  30. Eyang Jati Wulung
  31. Eyang Prabu Surya Negara
  32. Eyang Macan Lodaya
  33. Eyang Surapati
  34. Eyang Singa Kerta
  35. Ki Sadeng
  36. Ki Jamlih
  37. Eyang Aji Saka
  38. Eyang Bagaspati
  39. Eyang Aji Joyo Boyo

================================

Tsuma Ila Ruhi raja-Raja Sunda :
(ket : raja sunda tidak di pakai hanya referensi saja)

   1. Maha Raja Tarus Bawa
   2. Sanjaya Haris Darma
   3. Tamperan Barma Wijaya
   4. Rakeyan Banga
   5. Rakeyan Medang Prabu Hulung Kujang
   6. Prabu Giling Wesi
   7. Pucuk Bumi Darmeswara
   8. Prabu Gajah Kulon
   9. Rakeyan Wuwus
  10. Windu Sakti Prabu Dewageng
  11. Rakeyan Kemuning Gading Prabu Pucuk Wesi
  12. Rakeyan Jaya Giri Prabu Wanayasa
  13. Prabu Resi Atmaya Darma Hariwangsa
  14. Libur Kencana
  15. Prabu Mundung Gana Wirna
  16. Prabu Jaya Giri Rakeyan Wulung Gadung
  17. Prabu Braja Wisesa
  18. Prabu Dewa Sanghyang
  19. Prabu Sanghyang Ageng
  20. Prabu ketya Maharaja Srijaya Bupati
  21. Prabu Guru Darma Siksa
  22. Prabu Raga Suci
  23. Mahisa Cempaka

============================

Tsumma Ila Arwahi Jami`il Ahlil Kubur Minal Muslimin Wal Muslimat Wal Mu`minin Wal Mu`minat Wabil Khusus …(Nama Ahli Kubur Keluarga Kita) Minal Masyriq Wal Magrib

Annallaha yagfirulahum wayarhamuhum Wayuli darojatuhum Fil jannah wan Ayyu`ida alaina min barokatihim wa asrorihim wa Anwarihim Wa ulumihim Wanafatihim Fiddini Waddunya Wal Akhiroh

a l fatihah 7x
Al Ihklas 40x
Annas 3x
Al Falaq 3x
Alif Lam Mim…… DST.... Al Baqoroh ayat 1-7
Ayat Kursy 7x
Istigfar 3x

Afdholu dzikri Fa`lam Annahu La ilaha illalloh
La Ilaha Illalloh Hul Malikul Haqqul Mubin
La Ilaha Illalloh Hul Malikul Haqqul Quddus
La Ilaha Illalloh Hayyun Ma`bud
La Ilaha Illalloh Hayyun Baqi
La Ilaha Illalloh Hayyun Ma`jud
La Ilaha Illalloh Hayyun Maqsud
La Ilaha Illalloh Sayyidina Muhammadarrosululloh SAW

La Ilaha Illalloh 164x

La Ilaha Illalloh Sayyidina Muhammadarrosululloh SAW

Innalloha wamalaikatahu yusholluna ala nabiy ya ayuhalladzina amanu Shollu Alaihi wasallim Mutasliman

Shollolohu Ala Muhammad 77x

Subhanalloh walhamdulillah wala ilaha illalloh walloh hu akbar 3x

Shubhanalloh wabihamdih subhanalloh hil adzhim 3x

Lailaha illalloh wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu wahuwa ala kulli syai`in qodir 3x

Bismillah hilladzi layadurru ma`asmihi Syai`un fil ardhi wala Fissamai wahuwas sami`ul alim 3x

Audzu bikalimatillahi hitaamati min syarri ma kholaq 3x

Hasbiyalloh wani`mal wakil ni`mal maula wani`mannashir 3x

Lailaha illa Anta subhanaka Inni kuntum minadzolimin 41x

Ya alloh Ya rohman Ya rohim ya Hayyu Ya qoyyum Ya jala jalaluhu Ya dzal jalali wal ikrom 3x

Fain tawallau Faqul hasbiyalloh Hula ilaha illa huwa alaihi tawakkaltu wahuwa robbul arsyil adzim 3x

Astagfirulloh Robbal Baroya

Astagfirulloh Minal Khotoya 3x

Wala haula wala Quwwata illa Billahil Aliyyil Adzim Walhamdulillahi Robbil Alamin

Bibarokati Surotul Fatihah .... 1 X

Kemudian Baca Do`a kita : .....................

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tawasulan

Tawasulan

 
 
 
 
 
 
7 Votes
Apakah yang dimaksud tawasul ?
tawasul adalah berdoa memohon hanya kepada Allah , hanya memakai wasilah (perantara) kepada Nabi, orang shaleh, amal shaleh, yang memang diperintahkan .Salah satu landasannya adalah :
Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah Kepada Allah dan carilah jalan (wasilah) yang mendekatkan diri kepada-Nya, …. (QS. 5:35)
Tawasul hanyalah perantara untuk menguatkan doa kita kepada Allah ,menguatkan keimanan dan ketenangan hati kita.Sebelum tawasul sebaiknya kita memakai minyak/wewangian tanpa alcohol atau dengan membakar buhur dari kayu gaharu atau cendana untuk menambah kekhusukan kita.Banyak macam cara bertawasul salah satunya sbb:
Tawasulan
SYAHADAT…3X
ISTIGHFAR…3X
SHOLAWAT..3X
WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHI `ALAYYIL `ADHIIM
Innallaaha wa maalaa-ikatahuu yushal-luuna ‘alaa nabiyy, yaa ayyuhal-ladziina aamaanuu shallu’alaihi wa saliimuu taslimaa, ……….. (Ya hayyu ya qoyyum … 3x)
~ Salamullah ya saddah, minarrahmani yagsakum, ibadallah jinakum, qosadnakum tolabnakum ;
~ Tu’inunaa tugisunaa, bihimmatikum wajad wakuum, fa’ahbunaa wa’tunaa, athoyakum hadayaakum ;
~ Fala-khoyabtumu dzanni, fahasakum wahasakum, saidnaidz atainakum, wafudznaa hiina zurnakum ;
~ Fakumuu wasyfa’u fiinaa, ilaarrahmani maulakum, asaa nahdzo asa nu’tho, mazaayaa min majayakum ;
~ Asanadlroh asa rahmah, tagsanaa wagsakum, salamullah hayyakum, wa ainullah tar’akum ;
~ Washollallahu maulana, wasallamaa atainaakum, alal mukhtar syaifuna, wamunqiduna waiyaakum ;
~ Ibadaallah rijaalallah, aqitsunaa liaj’lillah, wakunu aunanaa fillah, asa nahdzo bifadlillah ;
~ Wayaa aktob wayaa anjab, wayaa saadatu ya ahbab, wa antum ya ulil albab, ta’alau wanshuruulillah ;
~ Saalnakum saalnakum, walizulfa rojaunaakum, wafi amrin gosadnakum, fasuddu ajmakum lillah ;
~ Fayaa robbi bisaadati, tahaqokli isyaaroti, asaa tati bisaaroti, wayasfu waktuna lillah ;
~ Bikasbil-hujbi an aini, warofiil baini minbaini, watomsil kaifi wal-aini, binuri wajhi ya-Allah ;
~ Shallatullahu maulana, alaa man bil huda janaa, waman-bilhaki aulana, syafiil-kholki indallah;
Dilanjutkan :
~ Alaika ya rasullullah, alaika ya habiballah, alaika sholawatullah, wa alaika salamullah ;
~ Tawa salna biibaitillah, wa biman-khoiri kholkillah, wa jami’ au liyaillah, bi’al Muhammad shallallahu ;
~ Yadzaljalali wal ikrom, amitna alaa dinil islam, wa allimna ma lam na’lam, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya Allah robbal alaamin, ijma’na-mina shallihin, wa adkhilnaa fi syakirin, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya robbana khairal kodi, kul afalina tartadli, wakuul hajaatina iqdi, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya maulana Allahu shomad, amitnaa fi hub Muhammad, wa fii hub ali Muhammad, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya Allah robbal barriya, amitnaa fi sabilillah, wa fi nashri ulumillah, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya Arhamarrohimina, igfir lana dzunubana, wagfir warham usrotanaa, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Wagfir warham walidina, wagfir warham ajdadana, wagfir warham asatidna, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya allah gofirol ibad, igfir lilmuslimiin musliman, wagfir jami’il khotiat, bi al Muhammmad shallallahu ;
~ Wagfir rohman ahabbana, wasfi ya syafi mardonaa, sitron jamilan ‘isturna, bi al Muhammmad shallallahu ;
~ Ya man arsal khoirol anam, ya rohman munjilal qur’an, tsabitna-yauma tazil aqdam, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya qohar ya hafi dlona, damirillah man adana, ahlikillah man adana, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya jabbar ya kholikona, min sar dzilhasan saliimna, min jamil fitan ihfadna, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Allah tawatub alaina, yasir lana umurona, wasroh lana sudurona, bil al Muhammad shallallahu ;
~ Wal tup binaa ya Maulana, wa suhina wa ahlina, wa man ahsana ilaina, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Wattuf bimu saidina, fi bina majalisina, wakul ahli qoryatina, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Wahdinalloh wa wafiqna, wahdinallah juriyatina, wa wafikhum ya Maulana, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Wajal humus solihinna, sumastajib dawatina, bil ijabah ajil lana, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Sholli salim ya Maulana, alaa rosul syafi’ina, wa al wasohbi Maulana, bi al Muhammad shallallahu ;
~ Ya allah lana bil qobul, ya hayyu lana bil qobul, ya qoyyum lana bil qobul, bi al Muhammad shallallahu.
Kemudian kirim Alfatehah :
Ila hadhrotin Nabiyyil Musthofa Sayyidina Rosullillahi Shallallahu Alaihi Wa sallam wa alaa alihi wa ashabihii wa ajwajihii wa dzuriyatihii wa ahli baitihi ajma’in …Al-Fatihah:
Ila hadhrotin nabiyullah Adam AS wa Hidir AS wa Idris AS wa Nuh AS wa Ibrahim AS wa Ismail AS wa Yusuf AS wa Musa AS wa Daud AS wa Sulaiman AS wa Isa AS wa Yunus AS …Al-Fatihah:
Illa hadroti alaika ya abdi Allah ya malaikatullah khususon illa hadroti ya malaikat Jibril AS, wa Mikail AS,wa Isrofil AS ,wa Izroil AS, wa Munkar AS, wa Nakir AS ,wa Roqib AS,wa Atib AS ,wa Malik AS, wa Ridwan AS wa Malaikat Rahmat, wa Malaikat ilhamal moqorrabin wa Malaikat Ruh…Al-Fatihah:
Ila hadhrotin Shohabati Rosulillahi Shallalahu alaihi Wasalam. Sayidina Abu bakar RA, wa Umar Inul Khottob RA ,wa Ustman bin Affan RA ,wa sayidina Ali bin Abi Thalib rodhiallahu wa anhum wa awladihim wa zuriyatihim annallaha yanfa’una min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim wa nafahatihim fiddini wadunya walakhiroh..Al-Fatihah:
Ila hadrotin Imam Madhibul Arbaah wal imam Maliki RA, wa sayidina imam Hambali RA, wa sayidina imam Syafi`i RA, wa sayidina imam Hanafi RA annallaha yanfa’una bibarokatihi wa asrorihi wa anwarihi wa ulumihi fiddini waddunya wal akhiroh…Al-Fatihah
1. Al fatihah…Tsuma ila ruhi sayidina Al Muhajir ilallah Al imam Ahmad bin Isa wa Sayidina Al fakih al Muqoddam Al imam Muhammad bin Ali ba Alawi wa ushulihim wa furu’ihim wa dzawil huruki alaihima ajma’in ;
2. Wa tsuma ila arwahi Al imam Alwi Al Gusyuri wa sayidina Al imam Ali Algusyuri wa sayidina Al imam Muhammad bin Ali Maula Dawilah wa Sayidina Al imam Abdurrahman bin Muhammad Assagafi ba Alawi ;
3. Tsuma ila arwahi Al habib Al imam Abibakrin Assakron wa sayidina Al habib Al imam Umar Al Muhdor wal habib Al imam Abdulloh wa ikhwanihim wa awladihim wa dzuriyatihim ;
4. Tsuma ila ruhi Al Habib Al imam Ali bin Abi Bakrin assakron tsuma ila arwahi sayidina Al imam Badawi wa Syeh Abdul Qodir Jaelani wa awladihim wa dzuriyatihim annallaha yanfa’una min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim wa nafahatihim fiddini wadunya wal akhiroh ..Al-Fatihah ;
5. Al-Fatihah : Ila ruhi shohiburrotib sulthonul mala imamil auliya’i waghautsil akabir Syamsi Syumus Muhyinnufus Al Arif billahi Al habib Al imam Abdullah bin Abi Bakrin Al idrusi Al akbar annallaha yanfa’una bibarokatihi wa asrorihi wa anwarihi wa ulumihi fiddini waddunya wal akhiroh ..Al-Fatihah ;
6. Al-Fatihah : Ila arwahi auladihim Al habib Al imam Al qutb Al adani Abi Bakrin wa ikhwanihim Al habib Alwi wal habib Syeikh wal habib Husain wajami’i arwahi silsilatil idrusiyah wa Sadatina Ali Bani Alawi wa muhibbihim ainama kanu arwahuhum min masyarikit ardi ila magoribiha annallaha yanfauna min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim wa nafahatihim fiddini waddunya wal akhiroh …Al-Fatihah ;
7. Al fatihah : Ila arwahi sayidina fahril wujud Al imam Assekh Abi Bakrin bin Salim, Al imam Aqil bin Salim wa ikhanihima wa ushulihim wa furu’ihim, Tsuma ila arwahi Syeh Yusuf bin Abid al Hasani, Tsuma ila arwahi Al habib Ahmad bin Muhammad Al Habsyi (Maulana Syiib) wal habib Abdurrahman bin Muhammad Maula Taris, Tsuma ila arwahi Kutbil Anpas Sayidina Al imam Al habib Umar bin Abdurrahman Al atos wa ushulihim wa furu’ihim, Wa ila ruhi Sayidina Al imam Kutbil Irsad Al habib Abdullah bin Alwi Alhadad wa ushulihi wa furu’ihim wa jami’i arwahi talamidihim ajma’in wa ushulihim wa furu’ihim, Tsuma ila ruhi Sayidina Al imam Abdurrahman bin Musthofa Al idrus (Maulana Masr), Wa tsuma ila ruhi Sayidina Al habib Zainal Abidin bin Ahmad Al idrus wa Sayidina Al habib Abdullah bin Alwi Al idrus (Maulana Sibi) wa ushulihim wa furu’ihim, Wa tsuma ila arwahi Sayidina Al habib Ali bin Muhammad Al Habsyi wal habib Hasan bin Soleh Al bahar wal habib Ahmad bin Muhammad Al Muhdlor wa awladihim wa dzuriyatihim, Wa tsuma ila arwahi ahli bagi wal ma’la wa ahli janbali wal furaid wa jami’i arwahi aba’ina wa ajdadina wa aslafina Ya tarim wa ahlaha Ya tarim wa ahlaha Ya tarim wa ahlaha annallaha yanfauna ya tarim bikaromatihim wa anwarihi wa ulumihim wa asrorihim wa nafahatihim fiddini waddunnya wal akhiroh ……Al-Fatihah ;
8. Al-fatihah : Ila arwahi jami’i syuhadail Islam fi biladina Indonesia mitslal imam addani ilallah warosulihi Sunan Syeh Maulana Quro wa Sunan Maulana Malik Ibrahim wa Sunan Ampel Ahmad rahmatullah wa Sunan Giri wa Sunan Drajat wa Sunan Bonang wa Sunan Gunung Jati Maulana Syarif Hidayatullah wa Sunan Kudus Maulana Jafar Sidik wa Sunan Muria wa Sunan Kalijaga, Wa tsuma ila arwahi Sunan Sulthonu Maulana Hasanuddin wa ibnihi Maulana Yusuf, Wa ila ruhi Maulana Syarif Husain ba’bud al Bantani wa ushulihim wa furu’ihim, Tsuma ila arwahi Sunan Bungkul wa Sunan Sasak, Tsuma ila arwahi Sunan Pamijahan Syeh Muhyiddin wa Syeik Mansur wa Syeh Mbah Dalem wa Syeh Nawawi Tanara wa Syeh Asnawi Caringin wa Syeik Muhammad Arsad Al Banjari wa jami’i Sunan wa Suhada wa Sholihin biannallah Karim Yuli darojatihim fil jannah wa yuidu alaina min barokatihim wa asrorihim wa uluihim wa nafahatihim fiddini waddunya wal akhiroh … al-Fatihah ;
9. Al-fatihah : Ila hadroti shohibul wilayah wal maqom Al habib Al imam Al Qutb Husain bin Abi Bakrin Al Idrus (luar batang), Tsuma ila arwahi Al habib Muhammad bin Umar Al Qudsi (Kp. Pandan) wal habib Ali bin Abdurrahman Ali ba alawi wal habib Abdurrahman bin Alwi Asyatiri wa usulihim wa furu’him, Tsuma ila arwahi Al habib Abdullah bin Muhsin Al atos wa usulihim wa furu’ihim wal habib Muhammad bin Tohir Al hadad wa awladihim Al habib Alwi wal habib Husain bin Muhammad bin Tohir Al hadad wal habib Ahmad bin Abdullah bin Tolib Al atos wa ushulihim wa furu’him, Tsuma ila arwahi Al habib Syeh bin Ahmad ba faqihi wa akhihi Al habib Muhammad ba faqihi wal habib Ali bin Shofi Assagaf wal habib Abdul Qodir bin Ahmad bin Qutban Assagaf wal habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi wal habib Muhammad bin Ahmad Al Muhdlor wa ushulihim wa furu’him, Wa tsuma ila arwahi Al habib Alwi bin Muhammad bin Hasyim Assagaf wal habib Al qutub Abi Bakrin bi Muhammad Assagaf wal habib Ja’far bin Saughon Assagaf wa ushulihim wa furu’ihim, Tsuma ila arwahi Al habib Usman bin Abdullah bin Yahya wal habib Abi Bakrin bin Umar bin Yahya wal habib Musthofa bin Jainal Abidin Al Idrus wa akhihi Al habib Husain Al Idrus wal habib Abdul Qodiri bin Alwi Assagaf, Tsuma ila arwahi Al habib Muhammad bin Husain Al Idrus wa ikhwanihi Al habib Muhammad Mastur wa Abdullah bin Husain Al Idrus, Tsuma ila arwahi Al habib Ahmad bin Alwi Al Hadad (Kuncung) wal habib Ali bin Abdurraman Al Habsyi wa habib Muhammad bin Ali Al Habsyi wal habib Ali bin Husain Al atos wal habib Muhsin bin Muhammad Al atos wal habib Salim bin Ahmad bin Jindan, Tsuma ila arwahi Al habib Jain bin Abdullah Assholabiyati Al Idrus wal habib Abi Bakrin bin Salim Al Idrus wal habib Muhammad bin Ahmad Al Hadad wal habib Abdullah bin Muhammad Al Idrus wa ushulihim wa furu’ihim, wa tsuma ila arwahi Al habib Abdullah bin Ali Al Hadad wal habib Idrus bin Salim Al Jupri wal habib Sholih bin Muhsin Al Hamid wal habib Husain bin Hadi Al Hamid, Tsuma ila ruhi Al habib Abdul Qodir bin Ahmad Bil Faqih wa awladihi, Tsuma habib Ahmad bin Gulub Al Hamid wal habib Muhammad bin Husain Ba’bud wal habib Hamid bin Muhammad Assirri wal habib Umar bin Ismail bin Yahya wal habib Salim bin Thoha Al Hadad wal habib Husain bin Abdullah Al Hamid wal habib Abbas bin Abi Bakrin Al Idrus wal habib Hadi bin Abdullah Al Haddar wal habib Ahmad bin Adullah bin Hasan Al atos wal habib Umar bin Muhammad bin Hud Al atos wal habib Abdullah bin Husain Assami Al atos wa ushulihim wa furu’ihim, Tsuma ila arwahi walidina wama sayidina fiddini wa jami’i arwahi auliya wa sholihin fihadzihil baldata khususon wa buldanil muslimiina amanah.
Anallaha yanfa’una bikaromatihim wa anwarihim wa uluihim wa nafahatihim fiddini waddunya wal akhiroh, Tsuma ila arwahi amwatina wa amwatil muslimina walmuslimat wal mu’minina wal mu’minat, wa ila hadroti nabiyil musthofa Muhammad Sholallahu alaihi wasallam ……Al-Fatihah ;
10. Al-fatihah : Tsuma ila hadroti khususon Syeh Aliyuddin wa Syeh Subakir, Wa tsuma ila ruhi Syeh Samsuddin Assumatrahi, Wa ila ruhi Syeh Magelung Sakti wa Syeh Tholabuddin wa Syeh Tolhan wa Syeh Dzatil Kahfi wa Syeh Bayanilah, Tsuma ila ruhi Syeh Lemah Abang wa Nyimas Gandasari wa Nyimas Panata Gama wa Syarifah Muda’im wa Nyimas Palungwati wa Nyimas Palung Anten, wa ila hadroti Pangeran Jaya Kusuma wa Pangeran Jaya Lelana wa Pangeran Jayatawa wa Pangeran Alas Konda wa Pangeran Luhung wa Pangeran Lobama wa Pangeran Cakra Buana wa Pangeran Badar Pangeran Adi Patih Keling wa Pangeran Garuda wa Pangeran Samudra, wa ila hadroti Ki Gede Gringsing saulilahum.. Al-Fatihah
11. Al-fatihah : Ila ruhi Sultanu Maulana Hasanuddin wa Syeh Maulana Yusuf wa Syekh Suma ila ruhi Pangeran Arya Dilah wa Ki buyut Semarang wa Syeh Tubagus Ahmadbakri bin Tubagus Sidan wa illa hadroti khususon Shohibul Wilayah Pamijahan Kotib Muwahid (Raden Ali Akbar) wa Tubagus Ratim wa Tubagus Raden Atam wa ila hadroti Mbah dalem Raden Sacaparana (Ki Gede Bongkok) wa ila ruhi Raden Yuda Negara wa Nyimas Tangajiah Wapandita Rukminta Rukmana wa Syeh Dalem Jiwa Manggala wa Syeh Abdul Qohar (Pandawa) wa Syeh Abdul Qorib annallaha yanfa’una min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulimihim wanafahatihim fiddini waddunya wal akhiroh … Al-Fatihah ;
12. Al fatihah : Ila hadroti shohibul wilayah Cirebon wa ila hadroti kigede Alang-alang wa mbah Kuwu Sangkan Urip pangeran Walang Sungsang Cakra Buana wa Syech Nurjati wa Syech Nurbayan wa Sunan Gunung Jati Kanjeng Sinuhun Syech Syarif Hidayatulloh wa nyi mas Mendung Jaya wa nyi mas dewi Larasantang ( syarifah Mudaim ) wa nyi mas Pakungwati wa nyi mas Gandasari wa ratu Pambayun wa Pangeran Pasarean(kesepuhan) wa Pangeran Jayalelana wa Syech Sabakingkin wa Pangeran Bratakalana wa Ratu Winoman wa Pangeran Trusmi wa Pangeran dipati Cirebon wa Panembahan Ratu wa Pangeran Pasarean Kanoman wa penambahan Girilaya wa Sulton Raja Samsudin wa ki gede kemlaka wa ki gede sampang wa Pangeran Kejoran wa kigede Pilang wa nyi mas Cendini wa nyimas Tutuk wa ki buyut mudji wa kibuyut Kilayaman wa Ki Sapu Angin, biannallah yu’li darojatihim filljannah wayuidu alaina min barokatihim waasrorihim wa anwarihim wa ulumihim wa napahatihim fiddini waddunya walakhiroh …Al fatihah ;
13. Al fatihah : Ila hadroti shohibul wilayah Banten wa ila hadroti Sultan Maulana Hasanudin wa sulton maulana Yusuf wa sultan maulana Muhammad wa sultan Maulana Abdul Mapahir(M.Abdul Kadir) wa sultan maulana Agung Abu Fattah (Tirtayasa)wa sultan maulana Ansor Abdul kohar wa St.Abdul Fattah Muhammad Syafei wa sultan maulana Mukasin Zainal Abidin wa sultan maulana Syarif Zainal Asikin (Pangeran Jayakarta) wa Ki Muhammad Soleh wa Ki Kolil Menes wa Nyi Ratu Haji Muhamad Keneri Serang wa Nyi Mas Bayi wa Wali Idrus wa Wali Daud Saketi wa Embah Nurjem Saketi wa Embah Pangeran Pinayingan wa embah Kidang Panyawang Tando Pandeglang wa Embah Mundinglaya Dikusumah wa Embah Datuk Abdul Rahman wa embah Mansyur Kencana Gunung Malang wa Syech Yusuf Campea wa Ki Nawani Tanah Hara wa Ki Asnawi wa Ki Agung Caringin wa Tubagus Samsudin Parigi Ciomasbiannallah yu’li darojatihim filljannah wayuidu alaina min barokatihim waasrorihim wa anwarihim wa ulumihim wa napahatihim fiddini waddunya wal akhiroh … Al fatihah ;
14. Al fatihah : Ila hadroti shohibul wilayah Panjalu Ciamis wa ila hadroti Prabu Cakradewa wa Prabu Sang Hyang Baros Ngora (Syeh Abdul Iman) Prabu Haryang Kencana wa Kada Cayut Marta Baya wa Prabu Haryang Sancang Kuning wa Guru Aji Kampung Jaya wa Kyai Panghulu Gusti, wa Kyai Demang Prajasasan biannallah yu’li darojatihim filljannah wayuidu alaina min barokatihim waasrorihim wa anwarihim wa ulumihim wa napahatihim fiddini waddunya wal akhiroh … Al fatihah
15. Al-fatihah : Ila hadroti Shohibul wilayah Garut Sunan Rahmat Suci Godog (Prabu Kian Santang) Sembah Dalem Pagar Jaya Santowan Marjaya Suci wa Kholifah Agung wa Syarifah Agung wa Syarifah Suci wa Eyang Rosul wa Adapati Akur wa Nyimas Dewi Srigan Sumirat wa Nyimas Dewi Sari Bumi wa Nyimas Dewi Sari Dunya wa Prabu King-king wa Eyang Anom Cahya wa Ibu Ratu Suryadiningrat wa Eyang Nuryayi wa Pangeran Papak wa Syekh Jakariya wa Syeh Ja’far Siddik Sembah Dalem Pamudan wa Syeh Sarif Muhammad wa Eyang Buyut Gambreng wa Eyang Imam wa Eyang Inge’ wa Eyang Abdul Mantar wa Eyang Wira Suta wa Eyang Mabrib wa Eyang Kerta Yuda wa Eyang Suhendro bin Afan annallaha karim yu’li darojatihim filjannah wa yuidu allaina min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim fiddini waddunya wal akhiroh … ……Al fatihah .
16. Al-fatihah : Ila hadroti Leluhur Prabu Ratu Galuh wa Prabu Munding Sari wa Ratu permana matadikusumah wa Ratu Galuh,maharaja Sakti wa Prabu ciung wanara(ratu ayu dewi purbasari) wa Prabu Lingga Hiyang wa Prabu Lingga Wesi wa Prabu Munding Kawati wa Prabu Angga Larang wa Prabu Siliwangi wa Prabu kantangan ratu carita wa Nyi dewi rara santang wa sunan cerenda wa Pangeran santri kusumah dinata(puncak harum) annallaha karim yu’li darojatihim filjannah wa yuidu allaina min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim fiddini waddunya wal akhiroh … Al fatihah .
17. Al-fatihah : Ila hadroti Shohibul wilayah Ciamis wa Nyi Dewi Subang Karancang wa Maharaja Cahya Sangiang wa Maharaja Cinta Permana wa Kyai mas adipati imbanegen wa Dalem Panji jayanegara wa Dlm Angga Praja wa Dlm Angga Naga wa Dlm Suta Dinata I wa Kusumah Dinata wa Kusumah Dinata I wa Jaga Baya wa Nata Kusumah wa Surapraja wa Nata Negara wa Suta Wijaya wa Wiradikusumah wa Adikusumah wa Kusumah Diningrat wa Kusumah Subrata wa Sastra Winata wa Sunarya wa Ardi wa Dinda Kusumah annallaha karim yu’li darojatihim filjannah wa yuidu allaina min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim fiddini waddunya wal akhiroh … Al fatihah .
18. Al-fatihah : Ila hadroti Shohibul wilayah Sumedang wa Nyi Dewi Subang Karancang wa Pangeran Husan Hlun wa Pangeran Rangga Gempol wa Pangeran Geode wa Pangeran Gempol II wa Pangeran Panebahan wa Eyang Jaya Perkasa wa eyang Terong Peot wa eyang Kondang Hapa wa eyang Kondang Hawu wa eyang Kapangan annallaha karim yu’li darojatihim filjannah wa yuidu allaina min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim fiddini waddunya wal akhiroh …Al fatihah .
19. Al-fatihah : Ila hadroti Shohibul wilayah Bandung wa Nyi Dewi Intan Dewata wa Prabu Permana Dipuntung wa Prabu Sunan Dalem Rumadewa wa Sunan Darma Kingking wa Sunan Rangga Lawe wa Dalem Wiranata Kusumah wa Dalem Adikusumah wa Dalem Anggadiraha I wa Dalem Anggadiraha II wa Dalem Anggadiraha III wa Dalem Wiranata Kusumah II(dalem Kaum) annallaha karim yu’li darojatihim filjannah wa yuidu allaina min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim fiddini waddunya wal akhiroh …Al fatihah
20. Al-fatihah : Ila hadroti Shohibul wilayah Cianjur wa Nyi Raden Mayang Kusumah wa Nyi Rangga Mantri wa Sunan Wanaperi wa sunan Ciburang wa Dalem Ari Wangsa Gaprana wa Dalem Wiratanudatar wa Dalem Arya Yudanegara wa Dalem Cakrayudha wa Dalem Cakradiraja wa Dalem Rangga Yudasasana wa Dalem Y uda Angrana wa Nyi Raden Pamedang Kusumah wa Kyai mas Cakra Manggala wa Nyi Raden Arsanegara wa Nyai Indra kusumah wa Patih Surapradja wa Raden Rangga Mada Madja wa Eyang Ider Buana Sangga Buana wa Eyang Pandita Kianjar wa Eyang Ratu Sunda wa Eyang Ratu Purnakalih wa Eyang Setra Langit Langlang Jagat wa Eyang Prabu Wangsa Goparna wa Eyang Haji Surya Kencana wa Nyi Ending Sukesih wa embah Badigil ( anak kaur sejagad) annallaha karim yu’li darojatihim filjannah wa yuidu allaina min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim fiddini waddunya wal akhiroh … ……Al fatihah .
21. Al-fatihah : Ila hadroti Shohibul wilayah Bogor wa embah Dalem Batu Tulis wa embah Rangga Gading wa embh Jepara wa embh Jelug wa embh Dato wa embh Kair wa embh haji Naidan wa embh Raksa Pilar Pabaton wa embh dalem Kedung Badak wa embh dalem Kumentir wa embh dalem Sair wa eyang Prenggang Jaya wa eyang Diah Nursita wa eyang Rangga Wulung wa eyang Dasiah wa eyang Kertanegara wa eyang Serangka Golok wa eyang Prabu Susik Tunggal wa eyang kyai jembar Wulung wa ibu dewi Seta wa eyang Congkreng Salaka Domas (embah Jambrong) annallaha karim yu’li darojatihim filjannah wa yuidu allaina min barokatihim wa asrorihim wa anwarihim wa ulumihim fiddini waddunya wal akhiroh … Al fatihah .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TAWASULAN LENGKAP


TAWASUL
Apakah yang dimaksud doa tawasul ?
Tawasul adalah berdoa kepada Allah dengan melalui wasilah (perantara). Salah satu landasannya adalah :
    Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah Kepada Allah dan carilah jalan (wasilah) yang mendekatkan diri kepada-Nya, .... (QS. 5:35)
Bagaimana contohnya ?
Misalnya dalam doa Dluha : .... Allahuma in kaana rizka fis samaa fa anzilhu, wa inkaana fil ardli fa akhrijhu.... bihaqi dhuha-ika, wa quwatika, wal qudratika ... ( Ya Allah jika rizki di langit turunkanlah, jika di bumi keluarkanlah ... dengan haq dhuha-Mu,  kekuatan-Mu, kekuasaan-Mu, .....)
Dalam shalawat badar : .... tawassalna bi bismillah wa bil hadi rasulillah, wa kulli mujahidin lillah bi ahlil badri, Ya Allah (... Kami bertawasul dengan bismillah dan petunjuk rasulillah, dan seluruh mujahidin di jalan Allah pada perang Badar)
Bagaimana hukumnya ?
Hukumnya sunah, kecuali kepada orang yang sudah meninggal (dalam contoh di atas Mujahidin badar) terdapat ikhtilaf. Ada yang melarang, sedang yang lain boleh/sunah.
Dalam doa tawasul bisa siapa saja ?
Tawasul yang disepakati ulama adalah :
  1. Dengan Asma-asma dan kekuasaan Allah (7:180), sebagaimana doa dluha
    Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna  itu (7:180)
  2. Dengan amal shalih
    (HR Bukhari Muslim, ttg. 3 orang yang tertutup dalam gua, masing-masing berdoa dengan menyebut amal shalih masing-masing)
  3. Dengan orang shalih yang masih hidup
    (HR Bukhari ttg. shalat minta hujan di zaman Khalifah Umar ra, beliau bertawasul melalui paman Nabi, Abbas ra)
Sedang yang diperselisihkan adalah bertawasul kepada orang shalih/Nabi yang sudah meninggal.
Pendapat pertama : boleh/sunah bertawasul kepada Nabi/wali/orang shalih meski sudah meninggal
Alasan :
Orang shalih meski sudah meninggal pada hakikatnya tidak meninggal, sebagaimana :
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup , tetapi kamu tidak menyadarinya. (QS. 2:154)
Berbagai hadis/riwayat tentang tawasul, misalnya hadis tentang orang buta yang mengadu kepada Khalifah Usman kemudian mendatangi salah seorang sahabat, oleh sahabat tersebut diajari doa untuk bertawasul kepada Nabi saw
Di samping itu tidak ada larangan dari Rasulullah saw
pendapat kedua : tidak boleh
Alasan :
Orang yang sudah meninggal sudah tidak bisa berbuat apa-apa, dan tidak bisa mendengar. Hal ini bisa mengarah kepada Syirk
Beberapa pandangan yang salah :
  • Tawasul itu Syirk, karena meminta kepada selain Allah. Padahal kita tidak boleh meminta kepada selain Allah:
    ... dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan . (QS. 1:5 )
    Bantahan:
    Jika yang dimaksud tawasul adalah memohon kepada Nabi/orang shaleh, tentu benar... Tetapi tawasul sebenarnya adalah memohon hanya kepada Allah juga, hanya memakai wasilah/perantara kepada Nabi, orang shaleh, amal shaleh, yang memang diperintahkan
  • Tawasul adalah syirk, karena seperti tindakan orang musyrik Mekah, ketika menyembah kepada berhala-berhala, mereka mengatakan bahwa berhala itu untuk mendekatkan kepada-Nya sedekat-dekatnya...
    Bantahan:
    Tawasul sangat berbeda tindakan tersebut, karena tawasul tidaklah menyembah/beribadah/qurban untuk Nabi, dll. sebagaimana kaum musyrik menyembah berhala mereka.
    Tawasul hanyalah perantara untuk menguatkan doa kita saja kepada Allah

TAWASULAN LENGKAP
BIRIDLOHI LILLAHI TA’ ALA ALFATEHAH……1x
ILA HADROTI NABIYYIL MUSTHOFA MUKHAMMADIN SHOLALLOHU ALAIHI WASSALAM WAAZWAJIHI WADZURIYATIHI WA AHLI BAITIHI AJMAIN SYAIULILLAHI LAHUM,AL FATEHAH…1x
KHUSUSHON TSUMMA TSADAATINAA WAMAWA LINAA WA A-IMATINA SHOKHABATI ABU BAKAR,UMAR,USMAN, WA- ALI WAILAA BAQIYATISHOKHABATI WAQOROOBATI WATTABI-INA WA TAA BI-‘ITTABI’IINA LAHUM BI IKHSANIIN ILAA YAUMIDDIIN SYAIULILLAHI LAHUM,AL FATEHAH….
KHUSUSHON ILLA ARWAKHI AMBIYAI WAL MURSALIIN KHUSUSHON NABIYULLOH
ADAM,NUH,IBROHIIM,MUSA ,DAWUD,SULAIMAN,YUSUF, YUNUS,ZAKARIA WA ISA ALAIHISSALAM SYAIULILLAHILLAHUM,AL FATEHAH…….1x
BUMUKJIZATI SAYYIDIINA KHIDIR ALAIHISSALAM,WABIRBAKATI SAYYIDIINA KHIDIR ALAIHISSA
LAM,WARUKHII NABI KHIDIR ALAIHISSALAM, AL FATEHAH…1x
Khushushon malaikatul muqorobbin:
Jibril,mikail,isrofil,izroil,munkar,nakir,rokib,atid,malik,ridwan,qosim,rokmaniyah, wa malaaikati rukhaniyah ,malaikatu arruman wal malaikatul jannah ajma’in wa malaikatul arsyil ‘adziim wa malaikati minassamawati wal ardli ajmain syaiulillahilahum,al fatehah……1x
WA KHUSUSHON IMAM SYAHIDIIN WA SHOLIKHIIN IMAM ROQIBUN ILAL ARDLI MINAL AWWALI WAL AKHIRIIN AHLI SILSILATHIM,KHUSUSHON
- Imam ali abi tholib al murtadlo
- Imam hasan bin ali al mujtaba
- Imam husain bin ali as syahid
- Imam ali bin husain assajad
- Imam muhammad bin ali al baqir
- imam ja’far bin muhammad as shodiq
- Imam muusa bin ja’far al kadziim
- Imam ali bin muusa arridlo
- Imam ali bin muhammad al hadi
- Imam hasan bin ali askari
- Imam muhammad bin hasan al mahdi
Syaiulillahilahum alfatehah…………1x
Khusushon ila hadroti syeukhuna sofyan al sauri,al fatehah……1x
Khushushon birukhaniyati syeikh an nariyah,al fatehah…..1x
KHUSUSHONILAA ARWAKH A-I-MATIL MUJTAHIDIINA WA MUQOLIDIHIM FIDDIIN,WAL-ULAMAA-I ROSYIDIIN WAL-QUROO-IL MUKHLISHIIN,WA AHLI TAFSIR WAL MUKHADITSIIN,WA SAA-IRISSADAATISSHUFIYATIL MUKHAQIQIIN,WA ILAA ARWAKHI KULLI WALIYYIIW WAWALIYATI WAMUSLIMIINA WAMUSLIMAAT MIMASYARIQIL ARDLI WALMAGHRIBIHA WAMIY YAMINIHA ILAA SYIMALIHA SYAI-U-LILLAHI LAHUM ,AL FATEHAH…..1X
Khushushon ahli silshilati thoriqoh qodiriyah wanaqsabandiyah wajami’il ahli thuruqi
Khushushon ila khadroti sulthon auliya qutubul ‘alamiin arrobaniyah sayyid syeikh abdul qodir al jailani qodoshollohu sirrohu ,sayyid syeikh abu qosiim al junaid al baghdadi, sayyid syeikh ma’rufil kharki,sayyid syeikh hasan basri, sayyid syeikh ja’far shodiq ,assayid syeikh abi yusuf al khamdani sayyid sayyid syeikh abu yajid al busthomi, , assayid syeikh baha-udin an naqsabandii ,sayyid syeikh akhmad khotib sambas ibnu abdul ghofaar ,sayyid syeikh abdul kariim banten,syeikh ahmad tolha kali sapu cirebon,sayyid syeikh abdulloh mubarok bin nur muhammad,khusushon syeikh kutubil robbani sayyid syeikh ahmad shohibul wafa tajul arifiin,wa khusushon al akbar ustadz muhammad ali hanafiyah wu furu-ihim wa ahli silsilatihiim wal ‘akhidziina ‘nhum syai-ul lillahillahumul, al fatehah…..1x
Wa khusushon jami’il auliya sholikhiin al qutub robbaniyah Ila ahyat ilal ardli wal maghribiha ,wamiyyaminiha ilaa syimaliha syaiulillahillahum,al fatehah…………1x
Khusushon arwakhi sayyid syeikh ahmad hasan assadzili rodliyollohu anhu,al fatehah….1x
Khushushon arwakhi sayyid abu mansyur al halajj,al fatehah……..1x
Khusushon arwakhi sayyid lemah abang aw asmain syeikh siti jenar,al fatehah….7x
Khusushon arwakhi syeikh subakir,al fatehah….1x
Khusushon arwakhi syeikh ahmad as sanusi,al fatehah…..1x
Khusushon jamiatul walisongo pemangku tanah jawa,al fatehah….1x
Khusushon …………….(sebut waliyulloh yang berdomisili di daerah anda)misal daerah jawa barat siapa,jawa tengah siapa,sumatra siapa,kalimantan ,sulawesi dll siapa anda sebutkan semua ….1x,khusus jawa timur tawasulnya seperti ini:
Khusushon ila arwakhi mbah kholil bangkalan,al fatehah….1x
Khusushon ila arwakhi kyai muhajir pare kediri,kyai hasim asyari tebu ireng jombang ,kyai as’ad syamsul arifiin situbondo,kyai hamid pasuruan,kyai fatulloh mangunsari nganjuk,mbah kyai ali mas’ud pagerwojo sidoarjo,gus mik lirboyo kediri,gus maksum lirboyo kediri,kyai abdurrahman wahid jombang,khusushon kyai usman jatipurwo surabaya,wakhusushon kyai asrori al ishaqi,al fatehah….1x
Khushushon abi wal umi(sebut nama bapak dan ibu)baik yang masih hidup atau telah wafat ….1x
Khususushon jami’il minal ikhwanul wal akhwaat muslimiin walmuslimaat ila akhyat munhum wal amwaat ,al fatehah………..1x
Khusushon ila arwakhi ahli silsilah baiti annii(sebutkan nama seluruh kakek,nenek,buyut yang telah meninggal dunia)allummagfirlaha,waghfirlahum,waghfirlahumma,al fatehah…1x
Khushushon nama istri ,anak,saudara kandung,ipar,pacar,mertua,al fatehah… 1x
Khushushon guru spritual yang masih hidup baik di kalangan ustadz,habiib,al fatehah…1x
Khusushon nama anda sendiri…..1x
Ini adalah serangkaian tawasul yang saya bacakan tiap hari kamis malam jum’at
Untuk selebihnya jika sedulur ada yang lebih baik dari saya bisa diamalkan menurut kyakinan sedulur sendiri,amiin bibarokatil al fatehah…..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Daftar Alamat Makam Wali Di Nusantara


Daftar Alamat Makam Wali Di Nusantara


Buat yang suka ziarah waliullah, berikut daftar alamat makam-makam para wali yang tersebar di penjuru Nusantara.

No.
Nama
Alamat
Kecamatan
Kabupaten


  1.  
Sunan Bonang
Kutorejo
Kota
Tuban


  1.  
Assamarqondi
Gesikharjo
Palang
Tuban


  1.  
Mahmudin Asari
Bejagung
Semanding
Tuban


  1.  
Syaih Abdul Jabar
Nglirip
Singgahan
Tuban


  1.  
Sunan Geseng
Gesing
Semanding
Tuban


  1.  
Sunan Drajat
Drajat
Paciran
Lamongan


  1.  
Maulana Ishak
Kemantren
Paciran
Lamongan


  1.  
Maulana Mansyur
Sendang Duwur
Paciran
Lamongan


  1.  
Malik Ibrahim
Jl. Malik Ibrahim
Kota
Gresik


  1.  
Sunan Giri
Giri
Kebomas
Gresik


  1.  
Siti Fatimah
Leran
Manyar
Gresik


  1.  
Sunan Prapen
Klangenan
Kebomas
Gresik


  1.  
Gua Sunan Kalijaga
G. Surowiti
Panceng
Gresik


  1.  
Habib Abu Baker
Jl. Kauman
Kota
Gresik


  1.  
Syaih Jumadilkubro
Troloyo
Trowulan
Mojokerto


  1.  
Saikhona Yusuf
Raasa
Tlangu
Sumenep


  1.  
Joko Tole
Saasa
Tlangu
Sumenep


  1.  
Abu Syamsudin
Batu Ampar
Propo
Pamekasan


  1.  
Sayyid Usman
Tamberu
Pajegan
Pamekasan


  1.  
Air Mata Ibu
Air Mata
Kota
Bangkalan


  1.  
Saikhona Kholil
Mertajasa
Kota
Bangkalan


  1.  
Sunan Ampel
Ampel
Semampir
Surabaya


  1.  
Mbah Sonhaji
Ampel
Semampir
Surabaya


  1.  
Mbah Soleh
Ampel
Semampir
Surabaya


  1.  
Sunan Bungkul
Darmo
Wonokromo
Surabaya


  1.  
Gus Uet
Pagerwojo
Pagerwojo
Sidoarjo


  1.  
Datuk Ibrahim
Alas Purwo
Muncar
Banyuwangi


  1.  
K. H. Abdul Hamid
Jl. Abdul Hamid
Kota
Pasuruan


  1.  
Sayid Arif
Segoropuro
Segoropuro
Pasuruan


  1.  
Syaih Wasil
Sentono Gedong
Kota
Kediri


  1.  
Gus Mik
Tambakngadi
Mojo
Kediri


  1.  
Hasan Minbar
Kauman
Kalangbret
Tulungagung


  1.  
Mbah Badowi
Gunung Cilik
Durenan
Trenggalek


  1.  
Sayid Sulaiman
Betek
Mojoagung
Jombang


  1.  
Syaih Aliman
Ngliman
Sawahan
Nganjuk


  1.  
Mbah Fatkhur Rohman
Poleng
Brebek
Nganjuk


  1.  
Hasan Besari
Tegalsari
Tegalrejo
Ponorogo


  1.  
Syeh Jangkung
Landoh
Kayen
Pati


  1.  
Syaih Mutamakin
Kajen
Margoyoso
Pati


  1.  
Mbah Imam
Setumbun
Sarang
Rembang


  1.  
Sayid Hamzah
Nglapan
Sedan
Rembang


  1.  
Sultan Hadirin
Mantingan
Kota
Jepara


  1.  
Mbah Dimiyati/Sukri
Demeling
Mlonggo
Jepara


  1.  
Abu Hasan Syadli
Ngrejenu
Dawe
Kudus


  1.  
Kaliyetno
Ternadi
Dawe
Kudus


  1.  
Sunan Kudus
Jl. Menara
Kota
Kudus


  1.  
Sunan Muria
Colo/Muria
Dawe
Kudus


  1.  
Sunan Kalijaga
Kadilangu
Kota
Demak


  1.  
Raden Fatah
Bintoro
Kota
Demak


  1.  
Sholeh Darat
Bergotopajang
Kota
Semarang


  1.  
Habib Ahmad
Sapuro
Kota
Pekalongan


  1.  
Mbah Ruby
Klampok
Losari
Brebes


  1.  
Raden Purabaya
Kramat
Kramat
Tegal


  1.  
Syaih Subakir
Puncak Gunung
Tidar
Magelang


  1.  
Khoiri Dawud
Sekawetan
Tembayat
Klaten


  1.  
Khasan Nawawi
Jabalekat
Tembayat
Klaten


  1.  
H. Nur Asnawi
Mogo
Mogo
Pemalang


  1.  
Hadi Wijoyo
Pajang
Lawean
Surakarta


  1.  
Sunan Katong
Kaliwungu
Kaliwungu
Kendal


  1.  
Kyai Gringsing
Gringsing
Gringsing
Batang


  1.  
Joko Tarub
Tarub
Ngantru
Purwodadi


  1.  
Ki Ageng Selo
Selo
Ngantru
Purwodadi


  1.  
Syeh Maulana Maghribi
Parangkusumo
Parangtritis
Bantul


  1.  
Syeh Mahdum Ali
Ranji
Kebumen
Purwokerto


  1.  
Ki Buyut Tambi
Tambi
Jatibarang
Indramayu


  1.  
Syeh Ahmad
Patroman
Tasikmalaya
Pangandaran


  1.  
Syeh Kurotulain
Pulaubata
Wuadas
Krawang


  1.  
Singa Perbangsa
Leran
Wuadas
Krawang


  1.  
Habib Husain
Luarbatang
Pasarikan
Jakarta Utara


  1.  
Pangeran Jayakarta
Pulogadung
Klender
Jakarta Timur


  1.  
Sutan Hasanudin
Banten
Kasemen
Serang


  1.  
Tabib Dawud
Warungkondang
W. Kondang
Serang


  1.  
Syeh Asnawi
Ciwaingin
Labuan
Pandeglang


  1.  
Maulana Mansur
Cikaduen
Cikaduen
Pandeglang


  1.  
R. Kian Santang
Suci
Godog
Garut


  1.  
Aria Wiratanudatar
Cikundul
Cikalong
Cianjur


  1.  
Syeh Ab Muhyi
Saparwadi
Pamijaan
Tasikmalaya


  1.  
Gunung Santri
Banjarnegara
Banjarnegara
Cilegon


  1.  
Habib Alwialatas
Empang
Empang
Bogor


  1.  
R. Wanayasa
Manganti
Sukamandi
Subang


  1.  
Mbah Toyyib
Kampungutan

Bekasi


  1.  
Sumur Bandung
Cikapungdung
Kota
Bandung


  1.  
Gunung Cibuni
Cibuni

Bandung


  1.  
Sunan Gunung Jati
Astana
Gunungjati
Cirebon


  1.  
Syeh Megelung
Karangkendal

Cirebon


  1.  
Datuk Kahfi
Astana
Gunungjati
Cirebon


  1.  
Imam Hanafi
Astana
Gunungjati
Cirebon


  1.  
Abu Musa Al Banjari
Kuantan
Martapura
Ciamis Kal Sel


  1.  
Mbah Singaraja
Singaraja
Singaraja
Bali


  1.  
Abdul Rouf Lekal
Samudra Pasai
Pasai
Aceh


  1.  
Malikul Dhohir
Perlak
Perlak
Aceh


  1.  
Al Malikul Saleh
Samudra Pasai
Pasai
Aceh


  1.  
Teuku Umar
Meulaboh
Aceh Besar
Aceh


  1.  
Teuku Cik Di Tiro
Takengon
Aceh Besar
Aceh


  1.  
Gajah Mada
Kota Gajah
Bandar Lampung
Lampung Selatan


  1.  
Raden Intan
Kalianda
Bandar Lampung
Lampung Selatan


  1.  
Bata Bagus Ali
Tulangbawang
Tengah
Lampung Selatan


  1.  
Syeh Burhanudin
Padang Panjang
Pariaman
Sumatra Barat


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS